Jumat, 24 Februari 2012

plasmodium vivax

Diposting oleh d'putri di 23.14

A.    Plasmodium vivax
Spesies plasmodium ini menyebabkan penyakit “Malaria tertiana benigna” atau disebut malaria tertiana. Nama tertiana adalah berdasarkan fakta bahwa timbulnya gejala demam terjadi setiap 48 jam. Nama tersebut diperoleh dari istilah Roma, yaitu hari kejadian pada hari pertama , sedangkan 48 jam kemudian adalah hari ke 3. Penyakit banyak terjadi di daerah tropik dan sub tropik, kejadian penyakit malaria 43% disebabkan oleh P. vivax.. Proses schizogony exoerytrocytic dapat terus terjadi sampai 8 tahun, disertai dengan periode relaps, disebabkan oleh terjadinya invasi baru terhadap erythrocyt.
Kejadian relaps terciri dengan pasien yang terlihat normal (sehat) selama periode laten. Terjadinya relaps juga erat hubungannya dengan reaksi imunitas dari individu.
Plasmodium vivax hanya menyerang erytrocyt muda (reticulocyt), dan tidak dapat menyerang/tidak mampu menyerang erytrocyt yang masak. Segera setelah invasi kedalam erytrocyt langsung membentuk cincin., cytoplasma menjadi aktif seperti ameba membentuk pseudopodia bergerak ke segala arah sehingga disebut “vivax”. Infeksi terhadap erytrocyt lebih dari satu trophozoit dapat terjadi tetapi jarang. Pada saat trophozoit berkembang erytrocyt membesar, pigmennya berkurang dan berkembang menjadi peculiar stipling disebut “Schuffners dot”. Dot (titik) tersebut akan terlihat bila diwarnai dan akan terlihat parasit di dalamnya. Cincin menempati 1/3-1/2 dari erytrocyt dan trophozoit menempati 2/3 dari sel darah merah tersebut selama 24 jam.
Granula hemozoin mulai terakumulasi sesuai dengan pembelahan nucleus dan terulang lagi sampai 4 kali, terdapat 16 nuclei pada schizont yang masak. Bila terjadi imunitas atau diobati chemotherapi hanya terjadi sedikit nyclei yang dapat diproduksi. Proses schizogony dimulai dan granula pigmen terakumulasi dalam parasit. Merozoit yang bulat dengan diameter 1,5 um langsung menyerang erytrocyt lainnya. Schizogony dalam erytrocyt memakan waktu 48 jam.
Beberpa merozoit berkembang menjadi gametocyt, dan gametocyt yang masak mengisi sebagian besar erytrocyt yang membesar (10um). Sedangkan mikrogametocyt terlihat lebih kecil dan biasanya hanya terlihat sedikit dalam erytrocyt. Gametocyt memerlukan 4 hari untuk masak. Perbandingan antara macro:microgametocyt adalah 2:1, dan salah satu sel darah kadang diisi keduanya (macro+micro) dan schizont.
            Dalam nyamuk terjadi proses pembentukan zygot, ookinete dan oocyt dengan ukuran 50 um dan memproduksi 10.000 sporozoit. Terlalu banyak oocyst dapat membunuh nyamuk itu sendiri sebelum oocyt berkembang menjadi sporozoi.
MORFOLOGI
·         Bentuk cincin
a.       Ukuran 1/3 erytrosit
b.      Bentuk cincin tebal
c.       Kromatin masa padat berbatas jelas
d.      Pigmen tidak ada
·         Skizon matur
a.       Ukuran hampir mengisi seluruh erytrozit
b.      Bentuk sedikit amoboit
c.       Kromatin banyak berupa masa ireguler
d.      Pigmen tersebar
·         Mikrogametosit
a.       Waktu timbul 3 – 5 hari
b.      Jumlah dalam darah banyak, ukuran mengisi erytrosit yang membesar
c.       Bentuk bulat / oval dan padat
d.      Sitoplasma biru pucat
e.       Pigmen tersebar
·         Tropozoit
a.       Ukuran besar
b.      Bentuk sangat irreguler
c.       Vakuola nyata
d.      Pigmen halus , warna kuning coklat
e.       Penyebaran partikel tersebar dan halus
·         Skizon matur
a.       Mengisi erytrosit
b.      Bentuk bersegmen
c.       Merozoit 14 – 24 ( rata – rata 16 )
d.      Ukuran sedang
e.       Pigmen berkumpul ditengah ( kuning coklat ).

·         Makrogametosit
a.       Waktu timbul 3 -5 hari
b.      Jumlah dalam darah banyak
c.       Ukuran mengisi erytrosit yang membesar
d.      Bentuk bulat / ovaldan padat
e.       Sitoplasma biru pucat
f.       Kromatin berupa masa padat di perifer

0 komentar:

Posting Komentar

 

phut_phut Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea